
Perencanaan keuangan bukan hanya soal memilih produk investasi yang tepat. Lebih dari itu, perencanaan keuangan dimulai dari kemampuan seseorang memahami kebutuhan hidupnya, mengenali risiko finansial, serta menyiapkan strategi untuk menghadapi berbagai fase kehidupan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan yang disampaikan Tae Yong Shim, Managing Director PT Samuel Tumbuh Bersama, dalam acara Media Connect Samuel Sekuritas Indonesia pada 7 Agustus 2026. Dalam paparannya mengenai lifecycle financial planning, Tae Yong menekankan bahwa setiap individu perlu memahami bahwa tantangan finansial tidak hanya datang dari volatilitas pasar, tetapi juga dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut Shim, ada tiga tantangan utama yang perlu diantisipasi dalam perencanaan keuangan, yaitu inflasi, suku bunga rendah, dan pajak. Ketiganya dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mempertahankan dan menumbuhkan nilai kekayaan dalam jangka panjang. Dalam materi Samuel Tumbuh Bersama, inflasi digambarkan sebagai kenaikan nilai barang dan jasa dari waktu ke waktu, seperti contoh harga tiket bioskop yang meningkat dari Rp7.000 pada 1992, menjadi Rp40.000 pada 2013, dan Rp60.000 pada 2023.
“Inflasi adalah risiko yang sering kali tidak terasa dalam jangka pendek, tetapi dampaknya besar dalam jangka panjang. Ketika harga barang dan jasa terus naik, masyarakat perlu memastikan bahwa perencanaan keuangannya juga ikut berkembang,” ujar Shim.
Selain inflasi, suku bunga rendah juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam paparannya, Shim menunjukkan bahwa imbal hasil simpanan cenderung menurun dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan tabungan konvensional untuk mengejar berbagai tujuan finansial. Pajak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan, terutama karena kebutuhan fiskal dan perubahan struktur demografi dapat memengaruhi beban finansial masyarakat di masa depan.
Tae Yong menilai bahwa perencanaan keuangan perlu dimulai dengan memahami kebutuhan penting dalam setiap fase kehidupan. Dalam materi tersebut, sejumlah kebutuhan utama dicontohkan mulai dari biaya pernikahan sekitar Rp300 juta, pembelian rumah Rp2 miliar, biaya kuliah anak Rp200 juta, pembelian mobil Rp150 juta, hingga kebutuhan pensiun sekitar Rp4 miliar.
Dengan berbagai kebutuhan tersebut, masyarakat perlu menyusun rencana sejak dini. Sebab, biaya hidup dan kebutuhan masa depan cenderung terus meningkat. Dalam salah satu contoh yang dipaparkan, harga mobil meningkat dari Rp91 juta pada 2013 menjadi Rp134 juta pada 2023, atau naik sekitar 47% dalam satu dekade.
“Perencanaan keuangan perlu dilakukan sejak awal karena kebutuhan hidup akan terus meningkat. Risiko terbesar bukan hanya salah memilih produk investasi, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mempersiapkan masa depan,” kata Shim.
Ia juga menekankan bahwa setiap orang memiliki tujuan finansial yang berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki sumber daya yang sama, yaitu pendapatan, kemampuan menabung, investasi, dan proteksi. Karena itu, pemilihan produk keuangan perlu disesuaikan dengan jangka waktu tujuan. Untuk kebutuhan jangka pendek, likuiditas dan perlindungan pokok menjadi prioritas. Untuk tujuan jangka menengah, keseimbangan antara proteksi dan investasi menjadi penting. Sementara untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun, investasi memiliki peran yang lebih besar dalam membantu pertumbuhan aset.
“Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda, tetapi prinsip dasarnya sama: pahami kebutuhan, kendalikan pengeluaran, mulai berinvestasi sedini mungkin, dan siapkan proteksi. Dalam perencanaan keuangan, waktu adalah salah satu aset yang paling penting,” jelas Shim dalam acara Media Connect.
Samuel Sekuritas Indonesia is a leading Indonesian securities brokerage firm. Established in 1997, the firm has grown to become one of the most respected and trusted financial services companies in the country. With a wide range of services and products, Samuel Sekuritas Indonesia has become a trusted partner to many investors, both institutional and individual.
The company offers a variety of financial services, including equity, debt and derivative securities brokerage services, research and portfolio management, asset management and capital market services, as well as a range of other investment solutions. Samuel Sekuritas Indonesia is also a leader in providing financial education and training, and has established itself as a leading provider of investor relations services.
The company has a strong research capability and is committed to providing its clients with up-to-date and reliable market analysis and recommendations. It also has a team of experienced and knowledgeable professionals who are dedicated to providing quality service to its clients. As a result, Samuel Sekuritas Indonesia has become a preferred partner for many investors in Indonesia.
In addition to its financial services, Samuel Sekuritas Indonesia also offers a range of other services, such as corporate finance and advisory services, mergers and acquisitions, and venture capital.