News & Events

Article

08 June 2026

By

Samuel Sekuritas Soroti Tantangan Investasi 2026

media connect

Pasar keuangan Indonesia masih menghadapi tantangan yang tidak ringan pada pertengahan 2026. Di saat sejumlah pasar negara berkembang mencatatkan penguatan, pasar saham domestik justru bergerak berlawanan arah. Pada saat yang sama, pasar aset kripto mulai memasuki babak baru yang lebih selektif, ketika investor tidak lagi hanya mengejar momentum harga, tetapi juga mulai menimbang utilitas dan nilai riil dari sebuah aset digital.

Kondisi tersebut menjadi sorotan utama dalam acara Media Connect Samuel Sekuritas Indonesia yang digelar di Jakarta pada 4 Juni 2026. Dalam acara tersebut, Tae Yong Shim, Managing Director PT Samuel Tumbuh Bersama, memaparkan kondisi pasar saham Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan sejumlah pasar global. Sementara itu, Muhammad Raditya Adhimukti, Head of Digital Asset Innovation Samuel Kripto Indonesia, menjelaskan arah baru pasar kripto yang mulai bergeser ke narasi utilitas.

Tae Yong menilai, tekanan di pasar saham Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejumlah isu domestik yang masih membayangi kepercayaan investor. Dalam paparannya, MSCI Emerging Market tercatat naik 22,5% secara year-to-date, lebih tinggi dibandingkan MSCI World yang naik 9,0%. Namun, Indonesia justru melemah 29,1% YTD, menjadikannya salah satu pasar dengan kinerja paling tertinggal dalam periode tersebut.

“Emerging market secara umum sedang bergerak positif, tetapi Indonesia justru bergerak berlawanan arah. Ketika MSCI EM naik 22,5% dan MSCI World naik 9,0%, pasar Indonesia masih turun 29,1%. Ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar domestik masih cukup kuat,” ujar Tae Yong.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah pandangan MSCI terhadap aspek free float dan investability pasar saham Indonesia. Menurut Tae Yong, isu tersebut penting karena berkaitan langsung dengan persepsi investor global terhadap kualitas pasar. MSCI masih menyoroti transparansi struktur kepemilikan saham, keandalan data free float, serta jumlah saham yang benar-benar dapat diperdagangkan di pasar.

Dalam tinjauan Mei 2026, MSCI juga masih mempertahankan sejumlah pembatasan terhadap saham Indonesia. Pembatasan tersebut mencakup tidak adanya kenaikan bobot saham, tidak ada penambahan saham baru ke indeks MSCI, serta tidak ada peningkatan status dari Small Cap ke Standard Index. Saham dengan kategori High Shareholding Concentration atau HSC juga berisiko dihapus, sementara data pemegang saham di atas 1% dapat digunakan MSCI untuk meninjau ulang free float.

“Isu MSCI perlu diperhatikan karena ini bukan hanya soal persepsi. Dalam review Mei 2026, MSCI masih tidak memberikan kenaikan bobot, tidak menambah saham baru, dan tidak melakukan upgrade dari Small Cap ke Standard Index,” jelas Tae Yong.

Ia juga menyoroti sejumlah saham yang terdampak penghapusan dari indeks MSCI pada 19 Mei 2026, termasuk AMMN, TPIA, DSSA, BREN, dan CUAN. Setelah penghapusan tersebut, bobot masing-masing saham turun menjadi 0,0%. Beberapa saham juga mengalami revisi free float, seperti AMMN dari 17,5% menjadi 10,0%, TPIA dari 9,6% menjadi 7,9%, DSSA dari 20,4% menjadi 4,2%, BREN dari 5,8% menjadi 2,4%, dan CUAN dari 15,9% menjadi 14,0%.

Meski demikian, Tae Yong menilai pasar Indonesia masih memiliki ruang pemulihan apabila sejumlah prasyarat dapat terpenuhi. Menurutnya, pasar membutuhkan tiga faktor utama untuk mengalami re-rating, yaitu likuiditas, pertumbuhan laba korporasi, dan dukungan kebijakan yang kondusif. Dari sisi fundamental, proyeksi laba emiten Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Weighted EPS LQ45 diperkirakan naik dari 61,7 pada 2025 menjadi 66,7 pada 2026, lalu meningkat menjadi 76,0 pada 2027.

Selain isu pasar saham, tekanan terhadap rupiah juga menjadi perhatian investor. Tae Yong menjelaskan bahwa rupiah telah melewati level yang terlihat saat Krisis Finansial Asia, dengan kisaran sekitar Rp16.650 hingga Rp17.874 per dolar AS berdasarkan harga penutupan 29 Mei 2026. Kondisi ini membuat investor semakin selektif dalam menempatkan dana pada aset berisiko di pasar domestik.

Di sisi lain, pasar aset kripto juga menunjukkan dinamika yang berbeda. Raditya menjelaskan bahwa pasar kripto kini mulai meninggalkan fase easy beta trade, yaitu fase ketika investor dapat mengandalkan kenaikan pasar secara luas tanpa terlalu memilah aset. Saat ini, menurutnya, modal masih tersedia, tetapi bergerak lebih selektif.

“Pasar kripto saat ini tidak lagi berada dalam fase easy beta trade. Likuiditas masih ada, tetapi modal menjadi lebih selektif. Investor mulai mencari aset yang tidak hanya punya narasi menarik, tetapi juga memiliki penggunaan nyata dan value capture yang jelas,” ujar Raditya.

Bitcoin masih menjadi salah satu aset utama yang diperhatikan investor global. Dalam paparan Samuel Kripto Indonesia, Bitcoin tercatat melemah 15,7% YTD. Pada periode yang sama, Nasdaq Composite naik 16,1%, S&P 500 naik 10,7%, sementara IHSG melemah 29,1%. Meski volatilitas masih tinggi, Bitcoin dinilai tetap menjadi jangkar utama di pasar kripto karena pergerakannya banyak dipengaruhi oleh likuiditas global, arus dana institusional, dan minat terhadap aset berisiko.

Salah satu faktor penting yang menopang perhatian terhadap Bitcoin adalah arus dana ke Spot Bitcoin ETF. Samuel Kripto Indonesia mencatat bahwa Spot Bitcoin ETF telah menarik arus masuk bersih sekitar US$57,5 miliar sejak 2024. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan institusional masih menjadi salah satu penggerak utama sentimen terhadap Bitcoin.

Ke depan, Raditya menilai narasi utilitas akan menjadi tema utama dalam siklus kripto berikutnya. Dua sektor yang dinilai menonjol adalah Artificial Intelligence atau AI dan Real World Assets atau RWA. Namun, ia menekankan bahwa investor tetap perlu selektif karena tidak semua token yang membawa narasi besar otomatis memiliki fundamental yang kuat.

Share This:

Related

rups inet

Article

INET Gelar RUPST, Tetapkan Dividen Rp0,04 per Saham dan Susunan Pengurus Baru

oasa

Article

OASA Membidik Peluang Besar dari Bisnis Waste-to-Energy

media connect

Article

Samuel Sekuritas Indonesia Perkuat Sinergi dengan Media Lewat “Media Connect 2026”

belimbing stock

Article

Samuel Sekuritas & Belimbing Stock Gelar Community Gathering, Hadirkan Emiten BULL

data saham bei

Article

BEI Resmi Buka Data Pemegang Saham di Atas 1%, Transparansi Pasar Makin Diperkuat

SSI Award

Article

Samuel Sekuritas Indonesia Raih Penghargaan “The Most Trusted Company of The Year”

moody's turunkan peringkat

Article

Moody’s Turunkan Outlook Indonesia ke Negatif, Stabilitas Kebijakan Jadi Sorotan

ojk free float

Article

Aturan Free Float Akan Dirombak, OJK Siapkan Kenaikan Porsi Saham Publik Jadi 15%

ssi award

Article

Samuel Sekuritas Raih Penghargaan Kategori Sekuritas Populer Indonesia di Disway Awards

rdn bank jago

Article

Samuel Sekuritas Gandeng Bank Jago: Pilihan RDN Baru untuk Kemudahan Transaksi Anda

exercise

Article

Bagaimana Cara Exercise Warrant di Aplikasi STAR?

capital market

Article

PT Samuel Sekuritas Indonesia Kembali Menggelar Capital Market Happy Hour

ssi awards infobank

Article

Samuel Sekuritas Indonesia Raih Penghargaan Best Underwriter di 14th Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2025

EY 2

Article

Founder Samuel Sekuritas Indonesia Raih Special Award di EY Entrepreneur of the Year 2024

Article

Samuel Samuel Sekuritas Indonesia Tembus 15 Besar Top Broker Indonesia di 2024

star x tradingview

Article

STAR by Samuel Sekuritas Indonesia Resmi Berkolaborasi dengan TradingView Berikan Pengalaman Investasi Terbaik

kabinet baru

Article

Economic Outlook Session: Ekonomi Indonesia Jelang Kabinet Baru

nota kesepahaman

Article

Dorong Investasi di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf dan Samuel Sekuritas Indonesia Jalin Kerja Sama Strategis

webinar tapg

Article

Kunci Pertumbuhan TAPG dan Tantangan Industri Kelapa Sawit

digital brand awards

Article

Samuel Sekuritas Indonesia Raih Penghargaan Dalam 13th Infobank-Isentia Digital Brand Awards

Technical Trading Course 7

Article

Ayo Ikut Pelatihan Technical Analysis Untuk Mahir Trading Saham

Full call auction

Article

BEI Resmi Terapkan Full Call Auction Berlaku per Tanggal 25 Maret 2024

Article

2022-07-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-05-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-05-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-05-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-02-25

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-05-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-01-30

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-02-25

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-01-30

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-02-25

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-01-30

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-07-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-05-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-05-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-05-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-02-25

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-05-05

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-01-30

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-02-25

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-01-30

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-02-25

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum

Article

2022-01-30

Samuel to attend Private Equity Indonesia Spring Forum