Penutupan Pasar 10 September 2026
📋RINGKASAN SESI
Pada akhir sesi yield curve mengalami kenaikan yield yang meluas (bear move), dipimpin oleh tenor belly (6Y-9Y) yang naik tajam +2,20 hingga +2,32bps. Tenor sangat pendek (1Y-2Y) relatif tertahan (-0,32 hingga -0,06bps), sementara tenor panjang (15Y-30Y) ikut naik namun lebih terbatas +1,11
hingga +1,47bps sehingga spread 2s10s melebar ke 36,3bps dari 34,1bps pada sesi sebelumnya. Volume outright pemerintah & SBSN tercatat Rp43,34 triliun dari ≈203 seri (2.516 transaksi). ICBI ditutup melemah ke 439,2496 (-0,07%), sejalan dengan kenaikan yield di sepanjang kurva.
🏨AKTIVITAS PERDAGANGAN
Volume OTC SUN/SBSN Melonjak ke Rp43,34 Triliun
Volume perdagangan outright SUN & SBSN di pasar sekunder OTC tercatat Rp43,34 triliun dari 203 seri (2.516 transaksi) pada sesi berjalan, naik dari Rp33,06 triliun pada sesi sebelumnya. PBS040 (SBSN jatuh tempo 2030) menjadi seri teraktif dengan volume Rp6,53 triliun dari 83 transaksi, diikuti FR0109, PBS030, FR0110, dan PBS034 — volume kali ini lebih berimbang antara seri SUN dan SBSN.
💰PASAR UANG & RUPIAH
Rupiah Melemah Lanjutan ke 17.547 Seiring Penguatan Dolar AS USD/IDR bergerak ke 17.547, melemah +36 poin (+0,21%) dari 17.511 pada sesi sebelumnya, sejalan dengan penguatan US Dollar Index ke 98,98 (+0,11%). Pelemahan rupiah yang berlanjut turut menekan pasar obligasi domestik melalui kenaikan yield di sepanjang kurva.
👥FISKAL
Himbara Mulai Pungut Pajak Digital, RAPBN 2027 Rencanakan Pemangkasan Subsidi Energi Bank-bank himbara mulai menerapkan Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) sejak 10 September, dengan rencana perluasan bertahap ke luar bank BUMN. Di sisi anggaran, RAPBN 2027 merencanakan pemangkasan subsidi BBM dan LPG 3 Kg untuk efisiensi
fiskal, meski berpotensi menekan daya beli sehingga ketepatan penyaluran energi bersubsidi menjadi
krusial.
🌐KOMODITAS & GLOBAL
Minyak Naik Lanjutan ke US$101,86, IHSG Melemah Tajam -1,33% Brent Oil (proxy Crude 1st Future) naik +0,64% ke US$101,86/barel, melanjutkan tren kenaikan sesi sebelumnya. IDX Composite (JCI) ditutup melemah tajam -1,33% ke 6.589,34, sementara yield UST 10Y naik +0,90bp ke 4,850% dan Gold melemah -0,43% ke US$4.380,02/oz. CDS Indonesia 10Y relatif stabil di 132,12 (-0,03%). Di tengah tekanan domestik ini, arus dana global menunjukkan sinyal
positif: investor asing mencatatkan pembelian bersih saham Asia pada Agustus setelah sembilan bulan aksi jual, dengan saham teknologi AI kembali menarik minat pasca koreksi Juli — divergensi ini layak dicermati untuk arah aliran dana ke SBN ke depan.
Samuel Sekuritas Indonesia is a leading Indonesian securities brokerage firm. Established in 1997, the firm has grown to become one of the most respected and trusted financial services companies in the country. With a wide range of services and products, Samuel Sekuritas Indonesia has become a trusted partner to many investors, both institutional and individual.
The company offers a variety of financial services, including equity, debt and derivative securities brokerage services, research and portfolio management, asset management and capital market services, as well as a range of other investment solutions. Samuel Sekuritas Indonesia is also a leader in providing financial education and training, and has established itself as a leading provider of investor relations services.
The company has a strong research capability and is committed to providing its clients with up-to-date and reliable market analysis and recommendations. It also has a team of experienced and knowledgeable professionals who are dedicated to providing quality service to its clients. As a result, Samuel Sekuritas Indonesia has become a preferred partner for many investors in Indonesia.
In addition to its financial services, Samuel Sekuritas Indonesia also offers a range of other services, such as corporate finance and advisory services, mergers and acquisitions, and venture capital.