PT Maharaksa Biru Energi Tbk atau OASA tengah memasuki fase transformasi penting di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan sampah. Melalui fokus baru pada solusi energi hijau, OASA berupaya menangkap peluang dari sektor waste-to-energy atau WtE, khususnya dengan memanfaatkan teknologi insinerasi yang dinilai sebagai salah satu metode paling efektif dalam mengolah sampah menjadi energi.
Peluang tersebut muncul di tengah besarnya tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Saat ini, Indonesia menghasilkan sekitar 37,3 juta ton sampah setiap tahun, dan sekitar 67,8% di antaranya masih berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses pengolahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penetrasi teknologi pengolahan sampah masih relatif rendah, sehingga ruang pertumbuhan untuk adopsi WtE ke depan masih sangat luas.
Dalam konteks tersebut, teknologi WtE berbasis insinerasi yang digunakan OASA memiliki posisi yang cukup kuat. Berdasarkan data perusahaan, teknologi insinerasi WtE mampu mengurangi hingga 90% input sampah, menjadikannya metode paling efektif dibandingkan landfill, recycling, biogas, compost, maupun RDF. Keunggulan ini memperkuat peluang OASA untuk berperan dalam pengembangan solusi pengelolaan sampah yang lebih efisien sekaligus menghasilkan listrik.
Dukungan kebijakan pemerintah juga menjadi katalis penting bagi prospek bisnis OASA. Perpres No. 109/2025 menjadi titik balik karena memberikan kepastian ekonomi proyek WtE melalui tarif listrik tetap sebesar USD 0,20 per kWh, kepastian perjanjian jual beli listrik atau power purchase agreement selama 30 tahun, serta dukungan yang lebih jelas dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk PLN, pemerintah daerah, dan Danantara. Selain itu, adanya jaminan pasokan sampah dari pemerintah turut membantu menurunkan risiko eksekusi proyek bagi OASA.
Sejalan dengan peluang tersebut, OASA diperkirakan membutuhkan pendanaan sebesar USD 74 juta untuk mendukung pengembangan proyek WtE di kawasan Greater Jakarta. Dari kebutuhan tersebut, sekitar USD 52 juta diperkirakan berasal dari utang, sementara USD 22 juta akan berasal dari ekuitas melalui skema rights issue. Pendanaan ini akan diarahkan untuk mendukung proyek-proyek aktif OASA di Tangerang Selatan dan Jakarta Barat.
Salah satu proyek utama yang sedang dikembangkan adalah PSEL Tangerang Selatan. Dalam proyek ini, OASA memiliki total partisipasi sebesar 76%, dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.100 ton sampah per hari dan potensi output listrik sekitar 25 MW. Selain itu, OASA juga terlibat dalam proyek WtE berskala lebih besar di Jakarta Barat dengan kepemilikan 28%. Proyek Jakarta Barat tersebut memiliki kapasitas sekitar 2.000 ton sampah per hari. Kedua proyek ini diperkirakan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Dari sisi jadwal pengembangan, proyek Tangerang Selatan diperkirakan memulai konstruksi pada Juli 2026, dengan target commercial operation date atau COD pada November 2028. Sementara itu, proyek Jakarta Barat memiliki periode konstruksi sekitar 18 bulan, dengan target mulai konstruksi pada Mei 2027 dan COD pada Desember 2028. Timeline ini menunjukkan bahwa kontribusi finansial dari proyek WtE kemungkinan baru akan terlihat lebih signifikan setelah proyek mulai beroperasi.
Meski masih berada dalam fase pengembangan, pasar telah menunjukkan optimisme terhadap transformasi bisnis OASA. Harga saham OASA telah mencatat kenaikan 63,6% sejak awal tahun, mencerminkan ekspektasi investor terhadap potensi bisnis WtE perusahaan. Optimisme tersebut juga ditopang oleh posisi neraca yang relatif sehat. Pada 9M25, OASA mencatat total kas sebesar Rp44 miliar atau sekitar USD 2,5 juta, dengan posisi kas bersih yang mendukung fleksibilitas perusahaan dalam menjalankan strategi pengembangannya.
Dari sisi profitabilitas, OASA masih menghadapi tekanan pada kinerja laba bersih saat ini. Namun, potensi pembalikan menuju laba bersih positif terbuka apabila proyek WtE mulai beroperasi sesuai rencana. Dengan asumsi proyek Tangerang Selatan berjalan pada faktor kapasitas 80% pada 2029, OASA diperkirakan dapat menghasilkan tambahan EBITDA sekitar Rp250 miliar atau setara USD 14,4 juta. Tambahan EBITDA ini berpotensi mendorong perbaikan margin dan membalikkan posisi laba bersih perusahaan dari negatif menjadi positif.
Selain proyek yang sudah masuk pipeline, OASA juga aktif berpartisipasi dalam batch kedua pipeline tender WtE Danantara. Langkah ini dilakukan setelah BIPI mengakuisisi 20% saham di salah satu anak usaha OASA. Keterlibatan dalam tender lanjutan tersebut membuka peluang tambahan bagi perusahaan untuk memperluas eksposurnya di sektor WtE nasional.
Secara keseluruhan, OASA berada pada momentum strategis untuk memanfaatkan dorongan pemerintah terhadap pengembangan WtE di Indonesia. Besarnya volume sampah nasional, rendahnya tingkat pengolahan, dukungan regulasi melalui Perpres No. 109/2025, kepastian tarif listrik USD 0,20 per kWh, serta jaminan PPA selama 30 tahun menjadi faktor utama yang mendukung prospek jangka panjang perusahaan. Namun, karena proyek-proyek utama masih berada dalam tahap pengembangan dan baru ditargetkan beroperasi pada akhir 2028, keberhasilan transformasi OASA akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengeksekusi pendanaan, konstruksi, dan operasional proyek sesuai rencana.
Samuel Sekuritas Indonesia is a leading Indonesian securities brokerage firm. Established in 1997, the firm has grown to become one of the most respected and trusted financial services companies in the country. With a wide range of services and products, Samuel Sekuritas Indonesia has become a trusted partner to many investors, both institutional and individual.
The company offers a variety of financial services, including equity, debt and derivative securities brokerage services, research and portfolio management, asset management and capital market services, as well as a range of other investment solutions. Samuel Sekuritas Indonesia is also a leader in providing financial education and training, and has established itself as a leading provider of investor relations services.
The company has a strong research capability and is committed to providing its clients with up-to-date and reliable market analysis and recommendations. It also has a team of experienced and knowledgeable professionals who are dedicated to providing quality service to its clients. As a result, Samuel Sekuritas Indonesia has become a preferred partner for many investors in Indonesia.
In addition to its financial services, Samuel Sekuritas Indonesia also offers a range of other services, such as corporate finance and advisory services, mergers and acquisitions, and venture capital.